masih ada ga ya, anak-anak sekarang yg masih main permainan tradisional betawi?

Selasa, 26 Januari 2010

Bahan & Alat Untuk Permainan

Tidak semua permainan tradisional membutuhkan bahan atau peralatan. Permainan yang tidak memerlukan bahan atau peralatan lebih banyak dari pada permainan yang memerlukan bahan atau peralatan. Bagi permainan yang membutuhkan bahan atau peralatan adalah hasil pemberian alam dan lingkungan. Alam terdiri dari flora dan fauna yang berada di darat dan laut. Sehingga masyarakat Indonesia dapat menerima dan memanfaatkan pemberian alam dan lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya termasuk permainan yang menyenangkan.

Masyarakat Betawi sangat kreatif memanfaatkan sumber daya alam seperti jenis biji-bijian yang ada disekitarnya. Biji-bijian yang menjadi bahan permainan pletokan, congklak, serok wali antara lain asam atau klungsu (Jawa), biji melinjo, biji kemiri, biji sawo, buah pinang, biji karet, bji buah kuranji, biji tiladu, biji donggulu dan biji bengguk (jenis kacang-kacangan).

Tumbuhan bambu pada beberapa wilayah Indonesia dijadikan bahan pokok pembangunan rumah dan pembuatan perabotan rumah tangga. Sedang rotan merupakan tumbuhan hutan sangat penting untuk perabotan rumah orang di kampung-kampung maupun di perkotaan. Jenis permainan yang memanfaatkan bahan atau peralatn dari bambu, rotan, kayu. Atau batang pinang antara lain di Jakarta permainan coko menggunakan batang pinang, pletokan dan meriam sundut , tok kadal dua batu menggunakan bambu.

Kelereng merupakan benda kecil hasil pabrik. Oleh karena itu beberapa puluh tahun yang lalu, kelereng sebagai permainan agak terbatas pada masyarakat yang dekat perkotaan. Daerah yang jauh dari perkotaan funsi kelereng banyak diganti dengan biji-bijian. Contoh beberapa permainan yang masih menggunakan kelereng: di Jakarta palogan dan gundu lobang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar